Jenis- Jenis Kelapa
Sawit
Ada beberapa
varietas tanaman kelapa sawit yang telah dikenal. Varietasvarietas itu dapat
dibedakan berdasarkan tebal tempurung dan daging buah, atau berdasarkan warna
kulit buahnya. Selain varietas-varietas tersebut, ternyata dikenal juga
beberapa varietas unggul yang mempunyai beberapa keistimewaan, antara lain
mampu menghasilkan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan varietas lain.
1. Pembagian varietas berdasarkan ketebalan tempurung dan
daging buah
Berdasarkan
ketebalan tempurung dan daging buah, dikenal lima varietas kelapa sawit, yaitu
:
a. Dura
Tempurung
cukup tebal antara 2 – 8 mm dan tidak terdapat lingkaran sabut pada bagian luar
tempurung. Daging buah relatif tipis denan persentase daging buah terhadap buah
bervariasi antara 35 – 50%. Kernel (daging biji) biasanya besar dengan
kandungan minyak yang rendah. Dari empat pohon induk yang tumbuh di Kebun Raya
Bogor, varietas ini kemudian menyebar ke tempat lain, antara lain ke Negara
Timur Jauh. Dalam persilangan, varietas Dura dipakai sebagai pohon induk
betina.
b. Pisifera
Ketebalan
tempurung sangat tipis, bahkan hampir tidak ada, tetapi daging buahnya tebal.
Persentase daging buah terhadap buah cukup tinggi, sedangkan daging biji sangat
tipis. Jenis Pisifera tidak dapat diperbanyak tanpa menyilangkan dengan jenis
yang lain. Varietas ini dikenal sebagai tanaman betina yang steril sebab bunga
betina gugur pada fase dini. Oleh sebab itu, dalam persilangan dipakai sebagai
pohon induk jantan. Penyerbukan silang antara Pisifera dengan Dura akan
menghasilkan varietas Tenera
c. Tenera
Varietas ini
mempunyai sifat-sifat yang berasal dari kedua induknya, yaitu Dura dan
Pisifera. Varietas inilah yang banyak ditanam di perkebunan-perkebunan pada
saat ini. Tempurung sudah menipis, ketebalannya berkisar antara 0,5 – 4 mm, dan
terdapat lingkaran serabut di sekelilingnya. Persentase daging buah terhadap
buah tinggi, antara 60 – 96%. Tandan buah yang dihasilkan oleh Tenera lebih
banyak daripada Dura, tetapi ukuran tandannya relatif lebih kecil.
d. Macro carya
Tempurung
sangat tebal, sekitar 5 mm, sedang daging buahnya tipis sekali.
e. Diwikka - wakka
Varietas ini
mempunyai ciri khas dengan adanya dua lapisan daging buah. Diwikka – wakka
dapat dibedakan menjadi diwikka – wakkadura, diwikka – wakkapisifera, dan
diwikka – wakkatenera. Dua varietas kelapa sawit yang disebutkan terakhir ini
jarang dijumpai dan kurang begitu dikenal di Indonesia.
Perbedaan
ketebalan daging buah kelapa sawit menyebabkan perbedaan persentase atau
rendemen minyak yang dikandungnya. Rendemen minyak tertinggi terdapat pada
varietas Tenera yaitu sekitar 22 – 24%, sedangkan pada varietas Dura antara 16
– 18%. Jenis kelapa sawit yang diusahakan tentu saja yang mengandung rendemen
minyak tinggi sebab minyak sawit merupakan hasil olahan yang utama.
Sehingga tidak
mengherankan jika lebih banyak perkebunan yang menanam kelapa sawit dan
varietas Tenera.
2. Pembagian varietas berdasarkan warna kulit buah
Ada 3 varietas
kelapa sawit yang terkenal berdasarkan perbedaan warna kulitnya.
Varietas-varietas tersebut adalah :
a. Nigrescens
Buah berwarna
ungu sampai hitam pada waktu muda dan berubah menjadi jingga kehitam-hitaman
pada waktu masak. Varietas ini banyak ditanam di perkebunan.
b. Virescens
Pada waktu
muda buahnya berwarna hijau dan ketika masak warna buah berubah menjadi jingga
kemerahan, tetapi ujungnya tetap kehijauan. Varietas ini jarang dijumpai di
lapangan.
c. Albescens
Pada waktu
muda buah berwarna keputih-putihan, sedangkan setelah masak menjadi
kekuning-kuningan dan ujungnya berwarna ungu kehitaman. Varietas ini juga
jarang dijumpai.
Dafar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar